DZIKRULLAH

Dzikrullah oleh Sutejo ibnu Pakar

a. Dzikrillah

1.   Dzikirullah dengan menyebut asma dan sifat Allah, memuji Allah dengan mennyebut asma-Nya, serta mentawhidkan dan mensucikan Allah, seeperti mengucapkan

سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر”.

2. Dzikurllah dengan cara memberikan penjelasan tentang baik buruk,  atau halal haram. Dzikr ini ada dua macam:

a. menyampaikan informasi tentang perintah dan larangan Allah.

b. bersegera melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

3.  Mengingat dan menyakini segala nikmat Allah, dengan cara :

a. bersyukur dengan lisan dan hati secara bersamaan

b. berysukur dengan hati

c. bersyukur dengan lisan

B. TINGKATAN DZIKRULLAH

  1. Dzikr al-Dzohir, atau memuji Allah dengan ucapan
  2. Dzikr al-Khofy, yaitu dzikir dengan hati saja dengan penuh kesadaran.[1]
  3. Dzikr al-Haqiqi yaitu dzikr atau ingatnya Allah kepada hamba-hamba-Nya.[2]

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ

C. Ragam Dikrullah

  1. Dzikir yang bertujuan memuji Allah seperti :

سبحان الله . والحمد لله . ولا إله إلا الله . والله أكبر

  1. Dzikr yang bertujuan meminta (doa) seperti :

يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث .

  1. Dzikr yang bertujuan memuji dan juga berdoa

D. KUALITAS DZIKRULLAH

  1. Dzikr lisan.
  2. Dzikr hati.
  3. Dzikr sirr dilakukan dengan cara tafakur.
  4. Dzikr ruh dengan cara menganalisis.
  5. Dzikr anggota badan, dilakukan melalui empat tangga yaitu:
    1. menginternalisasikan pekerjaan-pekerjaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
    2. sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
    3. nama-nama Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan kualitasnya dizikir dapat dikategorikan menjadi tiga tingkatan, yaitu:

1. Dzikir lisan.  Bila   dijalani dengan hati yang lupa, maka dianggap dzikir tradisi. (Dzikir orang awam/mu’min kebanyakan)

2. Dzikir dengan lisan yang dijalani dengan penghayatan (hati). Dzikir yang demikian termasuk kategori dzikir ibadah. (Dzikir orang khosh)

3. Dzikir dengan anggota tubuh. Dzikir ini disebut dzikir mahabbah wa al-Ma’rifah. (Dzikir khowash al-Khosh).

e. motivasi PELAKU dzikr

1. memperoleh imbalan (pahala) dari Allah.

2. dapat   hudhur al-Qolb

3. dapat sampai kepada Allah dan dapat menyingkap penghalang.

f. Faidah Dzikrullah

1.  dekat dengan Allah karena  Allah mengingat kita

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ   [البقرة : 152 ] .

2. menyebabkan muroqobah (merasa diawasi oleh Allah) dan mudah kembali kepada Allah (inabah).

3.   merupakan kunci setiap kebaikan duniawi dan ukhrawi.

4. mencegah datangnya kemarahan Allah, karena seseorang yang mengingat Allah selalu mencari keridhoan Allah.


[1] Lupa atau tidak mengingat Allah merupakan hijab penghalang antara hamba dengan Allah SWT.

[2] Ibn al-Qoyyim al-Jawzi, Madarij al-Salakin, Juz II, hal. 430. Ibn al-Qoyyim al-Jawzi,al-Wabil al-Shoyb, hal. 187.

About hajisuteja

Alumni IAIN Sunan Ampel (S2) Alumni UIN SGD Bandung (S3) Dosen IAIN CIREBON
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s