MENGAPA MANUSIA BERDOA

MENGAPA MANUSIA BERDOA

Oleh:  Sutejo ibnu Pakar

BAGIAN PERTAMA

PROBLEMATIKA BERDOA

BAB I

ESENSI DOA

  1. A. DEFINISI DOA

Doa berarti meminta atau memohon. Doa dalam persepektif al-Quran berarti.memohon kebaikan kepada Allah dan berharap datangnya kebaikan dari Allah. Doa, dengan demikian, adalah permohonan seseorang hamba kepada Allah. Doa termasuk salah satu bagian dari dzikrullah (megingat Allah).

  1. B. RAGAM DOA  DI DALAM AL-QURAN

1. Doa yang bernilai ibadah (mengharapkan pahala dari Allah ) yaitu doa yang dijalani  dengan melakukan amal saleh, seperti mengucapkan dua kalimat syahadat, sholat, puasa, haji, dan sebagainya. 

2. Doa yang bersifat permohonan untuk memperoleh kebaikan ataupun menolak keburukan.

3. Doa ibadah dan doa permohonan.

  1. C. KEKUATAN DOA

Posisi doa ketika seseorang ditimpa musibah atau ujian yang dirasa tidak menyenangkan adalah sebagai berikut :

  1. Doa memiliki daya cegah atau daya usir  lebih kuat
  2. Doa memiliki daya cegah atau daya usir  lebih lemah
    1. Doa memiliki daya cegah atau daya usir imbang dengan kadar musibah.

Beberapa hadits yang menjelaskan tentang daya atau kekuatan doa adalah sebagai berikut:

عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلّى الله عليه وسلّم قال:  الدعاء ينفع مما نزل ومما لم ينزل فعليكم عباد الله بالدعاء.

Rasulullah SAW, seperti diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bin al-Khoththob ra., menegaskan bahwasanya doa itu sangat bermanfaat  bagi hamba Allah didalam menghadapi hal-hal yang sudah terjadi ataupun  hal-hal yang akan terjadi. Maka, hendaklah setiap hamba Allah  selalu membiasakan diri untuk berdoa kepada Allah.

عن سلمان رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم: لا يردُّ القضاء إلا الدعاء، ولا يزيد في العُمرِ إلا البر.

Menurut Salman al-Farisi, seraya menyampaikan sabda Nabi SAW, bahwa  siapapun di dunia ini tidak ada yang sanggup  menolak qodho’ (ketentuan) Allah kecuali doa, dan tidak ada yang bisa menambahkan umur kecuali berbuat kebaikan.

D. DOA DAN ISTIGHOTSAH

Doa umum itu lebih umum daripada istighotsah. Didalam doa terkandung maksud atau tujuan istighotsah. Istighotsah bertujuan hanya untuk mendapatkan bantuan atau pertolongan ketika ditimpa kesusahan atau kesulitan.

  1. E. SYARAT TERKABULNYA DOA

Syarat yang dimaksud adalah hal-hal yang harus dilakukan dan harus diadakan sebelum mengerjakan atau menjalani doa. Adapun syarat-syarat terkabulnya doa adalah :

  1. Ikhlash yaitu membersihkan hati dari apapun selalin Allah. Sebelum seseorang berdoa kepada Allah disyaratkan membersihkan hati dan perbuatannya dari hal-hal yang menghalangi doa itu sampai kepada Allah. Maksud dan tujuan doa tidak ada lain kecuali kepada Allah. Tidak dibenarkan seseorang mensekutukan  Allah (syirik) dan karenanya sebelum seseorang bedoa, hendaknya melalukan instrospeksi apakah hatinya masih meyakini selain Allah SWT? Oleh karenanya, tujuan berdoa adalah semata-mata mengharapkan pahala dari Allah SWT, atau untuk terhindar dari siksa Allah, atau untuk tujuan mendapatkan ridho Allah. Atau dalam rangka mendekatkan diri (taqorrub) kepada Allah SWT. Karena, segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Al-lah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Al-lah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.
  1. Mengikuti dengan benar teladan Rasulullah SAW.
    1. Meyakini sepenuhnya kemahakusaan dan kemahasempurnaan Allah SWT.
    2. 4. Hudhur al-Qolb (hati yang menghadap kepada Allah), khusyu’, dan mencintai apapun yang ditentukan atau diputuskan  Allah SWT.
    3. 5. Meyakni sepenuh jiwa kemahakuasaan Allah dan  bersungguh-sungguh didalam berdoa serta  tidak menggunakan bahasa pengandaian seperti ”Ya Allah, kalau Engkau berkenan ……….”

  1. F. PENGHALANG TERKABULNYA DOA
    1. megkonsumsi makanan, atau menimun yang diharamkan oleh Alllah SWT.
    2. berfmewah-mewah dalam pakaian dan penampilan
    3. meminta disegerakan (dikabulkan dengan segera) sehingga menyebabkan seseorang memutuskan harapannya kepada Allah
    4. Mengerjakan larangan Allah
    5. Meninggalkan perintah Allah
    6. Doa yang dipanjatkan kepada Allah bertujuan untuk kekahatan atau tujuan memutuskan silaturrahim.

Hal-hal tersebut termasuk bagian dari faktor-faktor yang menyebabkan doa seseorang tidak didengar atau dikabulkan oleh Allah SWT. Namun demikian, faktor yang paling penting adalah faktor kebijaksanaan Allah SWT Maha Adil dan Maha Bijaksana. Allah SWT bisa saja mengabulkan atau tidak mengabulkan doa seseorang hamba-Nya. Doa seseorang hamba yang tidak dikabulkan, hendaknya dipahami dari aspek kemahabijaksaan Allah. Kesempurnaan dan Kebijaksaan Allah bisa saja menentukan doa seseorang tidak harus didengar, karena Allah mempunyai rencana besar yang lebih baik daripada yang diminta seseorang didalam doanya. Dengan demikian, hak manusia adalah berdoa sedangkan hak Allah menentukan apakah doa itu didengar atau ditunda atau bahkan tidak didengar sama sekali.

G. ETIKA BERDOA

  1. Memulai dan mengakhiri doa dengan mengucapkan hamdalah dan sholawat  kepada Nabi SAW. Menurut Ibn al-Qoyyim al-Jawzi ada tiga pilihan seseorang  membaca sholawat kepada Nabi SAW didalam berdoa. Pertama, membaca sholawat setelah membaca hamdalah sebelum berdoa. Kedua, membaca sholawat di awal, di tengah dan di akhir doa. Ketiga, membaca sholawat di awal dan  di akhir doa.
  2. Tidak berdoa dengan suara keras atau rendah
  3. Berdoa dengan hati merendah di hadapan Allah SWT.
  4. Berdoa secara terus menerus
  5. Menjadikan amal saleh sebagai sarana (wasilah) mendekatkan diri kepada Allah

H. tiga Cara Berdoa

1. Meminta kepada Allah dengan menggunakan asma’ dan sifat Allah.

2. Meminta kepada Allah dengan  menjelaskan kebutuhan, merasa diri  faqir (membutuhkan Allah),  dan merasa diri hina

3. Meminta hanya kepada Allah SWT.

H. WAKTU-WAKTU MUSTAJABAH

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله، صلى الله عليه وسلم قال:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجدٌ، فأكثروا الدعاء رواه مسلم.

Terjemah:

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Hamba yang paling dekat dengan

Allah  adalah orang yang sedang sujud, maka perbanyaklah doa ketika sujud.

(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairoh ra.)

Waktu mustajabah yang dimaksud adalah waktu dimana doa seseorang lebih mudah didengar atau dikabulkan Allah, dibandingkan dengan doa yang dilakukan  di waktu-waktu selainnya. Waktu mustajabah yang dimaksud antara lain adalah :

  1. Malam turunnya al-Quran (laylah al-Qodar)
  2. Sesudah mendirikan shalat fardhu.
  3. Tengah Malam (nishf al-Layl).
  4. Antara adzan dan iqomah shalat fardhu
  5. Ketika dikumandangan adzan (panggilan shalat)
  6. Ketika dikumandangan iqomah.
  7. Ketika turun hujan.
  8. Ketika merapatkan barisan di jalan Allah.
  9. Di waktu malam hari

10.  Di hari jumat, terutama setelah ashar.

11.  Ketika Minum Air Zama-zam

12.  Ketika sujud didalam shalat

13.  Ketika berjaga dari tidur malam.

14.  Ketika membaca ayat

لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين

  1. Ketika  terkena musibah seraya mengucapkan

إنا لله وإنا إليه راجعون، اللهم أجُرْني في مصيبتي، وأَخْلِفْ لي خيراً منها

16.  Ketika mendoakan seseorang yang  mati

17.  Ketika membaca doa ifititah didalam sholat, yaitu ketika membaca:

الله أكبر كبيراً، والحمد لله كثيراً. وسبحان الله بكرة وأصيلاً

18.   Ketika selesai membaca surat al-Fatihah.

19.   Ketika mengangkat kepala sewaktu ruku’

20.   Ketika mengucapkan اللهم ربنا ولك الحمد

19.   Ketika mengucapkan amin didalam sholat.

20.   Sesudah membaca sholawat didalam tasyahud akhir.

  1. Ketika menjelang salam didalam sholat.  Adapun doanya adalah :

اللهم إني أسألك يا الله الواحد الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد، ولم يكن له كفواً أحد، أن تغفر لي ذنوبي، إنك أنت الغفور الرحيم.

22.  Ketika selesai membaca doa ini

اللهم إني أسألك بأن لك الحمد، لا إله إلا أنت المنان بديع السماوات والأرض، يا ذا الجلال والإكرام، يا حي يا قيوم.

23. Ketika selesai membaca doa ini

اللهم إني أسألك بأني أشهد أنك أنت الله،  لا إله إلا أنت الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد، ولم يكن له كفواً أحد

22.  Ketika selesai membaca doa selesai berwudhu’

23.  Ketika Hari ‘Arofah

24.  Ketika waktu zawal atau menjelang duzhur

25.  Di bulan Romdahon

26.  Di dalam Majlis Dzikir.

27.  Ketika ayam jantan berkokok di pagi hari (menjelang terbit fajar).

f. CONTOH Doa-doa Rosul Allah (Muhammad SAW)

اللهمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kegelisahan, kesedihan, kelamahan, kemalasan, rasa takut, sifat bakhil, lilitan hutang, dan penindasan penguasa. (HR. Anas bin Malik ra.)

اللهمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابَ لَهَا.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak damai, nafsu yang tidak merasa puas, dan doa yang tidak diterima (diijabah). (H. Anas bin Malik ra.)

اللهمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ اْلجُوْعِ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak damai, nafsu yang tidak merasa puas, dan dari kelaparan (HR. Abdullah bin Mas’ud ra).

اللهمَّ اجْعَلْ أَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلىَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنيِّْ وَانْقِطَاعِ عُمْرِيْ

Ya Allah, jadikanlah keluasan rizkiMu bagiku ketika usiaku sudah tua dan menjelang tutup usiaku. (HR. ‘Asiyah binti Abu Bakr al-Shiddiq ra.)

اللهمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ أَنْ َتَُرْفَعَ ذِكْرِيْ وَتَضَعَ وِزْرِيْ وَتُصْلِحَ أَمْرِيْ وَتُطَهِرَ قَلْبِيْ وَتُحْصِنَ فَرْجَيْ وَتُنَوِّرَ قَلْبِيْ وَتَغْفِرَ لِيْ ذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلىَ مِنَ الْجَنَّةِ آمِيْنَ.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dinaikkan sebutan (nama baik) ku, dibuang dosaku, dibaikkan masalahku, disucikan hatiku, dipelihara kehormatanku, disniari hatiku, diampuni dosaku, dan aku mohon kepadaMu ketinggian derajat di sorga. Amin. (HR. Imam al-Hakim)

اللهمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَسْأَلَةِ وَخَيْرَ الدُّعَاءِ وَخَيْرَ النَّجَاحِ وَخَيْرَ الْعَمَلِ وَخَيْرَ الثَّوَابِ وَخَيْرَ الْحَيَاةِ وَخَيْرَ الْمَمَاتِ وَثَبِّتْنِيْ وَثَقِّلْ مَوَازِيْنِيوَحَقِّقْ إِيْمَانِيْ وَارْفَعْ دَرَجَتِيْ وَتَقَبَّلْ صَلاَتِيْ وَاغْفِرْ خَطِيْئَتِيْ وَأَسْأَلُك الدَّرَجَاتِ الْعُلىَ مِنَ الْجَنَّةِ آمِيْنَ.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu sebaik-baik permintaan, sebaik-baik doa, sebaik-baik kesuksesan, sebaik-baik amal, sebaik-baik pahala, sebaik-baik kehidupan, sebaik-baik kematian, dan tetapkanlah (imanku), beratkanlah timbangan (amalku), nyatakanlah keimananku, tinggikanlah derajatku, terimalah sholatku, amp;unilah dosaku. Ya Allah aku memohon kepadaMu,   dan aku mohon kepadaMu ketinggian derajat di sorga. Amin. (HR. Imam al-Hakim)

About hajisuteja

Alumni IAIN Sunan Ampel (S2) Alumni UIN SGD Bandung (S3) Dosen IAIN CIREBON
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s